081321112060 admin@obatdifungsiereksiviagra.com
Obatdifungsiereksiviagra
Obatdifungsiereksiviagra
Obatdifungsiereksi

Keampuhan Obat Disfungsi Ereksi Viagra

Disfungsi ereksi banyak dikeluhkan oleh pria, terutama yang telah berumur di atas 40 tahun. Namun selama ini masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana cara untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi ini yang benar. Meskipun sebagian kalangan menganggap penyakit ini sangat sulit disembuhkan, namun nyatanya keluhan ini bisa diatasi dengan mengkonsumsi obat disfungsi ereksi Viagra.

Disfungsi ereksi adalah sebuah kondisi dimana seorang pria tidak bisa memulai ereksi atau mempertahankan ereksinya. Dalam bahasa sehari-hari, disfungsi ereksi ini biasa disebut juga dengan impotensi atau lemah syahwat. Secara umum ada 2 penyebab terjadinya disfungsi ereksi yaitu penyebab fisik dan juga penyebab psikis. Menurut hasil penelitian, penyebab yang umum ditemui pada penderita disfungsi ereksi di usia lanjut adalah penyebab fisik, sedangkan pada kalangan pria muda penyebab yang paling banyak ditemui lebih kepada kondisi psikisnya. Secara umum, ada beberapa penyebab disfungsi ereksi, diantaranya adalah :

  1. Adanya kelainan pembuluh darah di sekitar penis ataupun yang menuju ke penis.
  2. Adanya kelainan syaraf di area penis.
  3. Pengaruh konsumsi obat-obatan tertentu.
  4. Kelainan kondisi penis.
  5. Adanya masalah psikis yang bisa menyebabkan stress dan tekanan hidup yang berat, sehingga seorang pria tidak bisa fokus saat berhubungan seksual.

Untuk bisa mendapatkan ereksi, aliran darah yang menuju ke arah penis harus lancar. Namun bagi penderita beberapa penyakit tertentu, aliran darah menuju ke penis menjadi tidak lancar sehingga ereksi maksimal pun tidak bisa didapatkan. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan disfungsi ereksi. Ada beberapa kondisi yang membuat pembuluh darah menuju ke penis menjadi tidak lancar. Selain ituk kerusakan syaraf karena beberapa penyakit dan konsumsi obat disfungsi ereksi yang salah dan tindakan medis juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi. Diantara penyakit tersebut adalah :

Penyakit stroke ternyata juga bisa menjadi penyebab terjadinya disfungsi ereksi karena rusaknya syaraf-syaraf tubuh.
Cedera yang disebabkan oleh penyakit diabetes mellitus.
Penyakit skelerosis multiple.
Penggunaan obat-obatan yang menekan kerja sistem syaraf.
Konsumsi alkohol berlebih yang merusak syaraf tubuh.
Penyakit tulang belakang di bagian bawah (pinggul dan sekitarnya).
Kondisi dimana pria harus menjalani tindakan medis pembedahan rectum atau prostat.
Penyakit jantung.
Penyakit pengerasan pembuluh darah.
Penyakit ginjal.
Obesitas (kelebihan berat badan).
Mengidap sindrom metabolik yang menyebabkan terjadinya peningkatan kadar insulin, lemak, kolesterol, dan tekanan darah.
Terjadinya pertumbuhan lapisan parut di dalam penis.
Cedera kepala berat.
Penyakit Parkinson.
Penyakit Alzheimer
Penyakit epilepsy.
Penyakit hormonal hypogonadisme yang mempengaruhi kadar testosterone hingga di bawah batas normal.
Penyakit hypertiroidisme yang menyebabkan kelenjar tiroid terlalu banyak memproduksi hormon.
Penyakit hypertiroidisme dimana kelenjar tiroid tidak bisa memproduksi hormon yang cukup.

Selain kerusakan syaraf, ternyata konsumsi obat disfungsi ereksi tertentu juga bisa menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Kondisi ini umum terjadi pada kalangan pria yang berusia lanjut. Jenis obat-obatan yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi ini antara lain:

  • Obat hipertensi
  • Obat anti-sikosa
  • Obat anti depresan
  • Obat penenang yang biasa digunakan pada penderita gangguan panik dan fobia
  • Obat-obatan berjenis simetidin
  • Obat-obatan mengandung litium

Kondisi Psikologis yang Mampu Menyebabkan Disfungsi Ereksi

Sudah dijelaska di atas bahwa salah satu penyebab terjadinya disfungsi ereksi pad apria usia muda adalah masalah psikologis. Bahkan masalah psikologis ini banyak disepelekan dan kaum pria yang mengalami disfungsi ereksi cenderung mencari-cari penyebab fisik saja. Kondisi ini pun sebenarnya harus dipahami, karena disfungsi ereksi yang terjadi akibat masalah piskologis hanya bisa diatasi dengan terapi psikis.

Beberapa kondisi psikologis yang mampu membuat seorang pria mengalami disfungsi ereksi diantaranya adalah :

  1. Depresi
  2. Perasaan bersalah terhadap pasangan
  3. Perasaan takut untuk berhubungan seksual dan keintiman
  4. Kebimbangan identitas dan jenis kelamin
  5. Meyakini bahwa ia tidak akan bisa memuaskan pasangan saat berhubungan seksual

Kondisi psikis tersebut bisa mempengaruhi sistem kerja otak. Pria yang mengalami tekanan psikis tersebut bisa mendapatkan sugesti bahwa ia pasti akan mengalami disfungsi ereksi dan sudah tidak bisa ditolong lagi. Sugesti negatif ini kemudian akan memperparah gangguan disfungsi ereksi yang terjadi pada pria. Sehingga penanganan dengan terapi psikis atau dengan obat disfungsi ereksi viagra adalah cara yang tepat untuk menghilangkan berbagai sugesti negatif tersebut.

obat disfungsi ereksi

Gaya Hidup yang Menyebabkan Disfungsi Ereksi

Selain faktor fisik dan juga psikis yang menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi, ternyata gaya hidup sehari-hari juga bisa menyebabkan terjadinya impotensi. Umumnya penyebab ini tidk disadari, namun lambat laun akan berpengaruh negatif terhadap performa seksual Anda.

  1. Perokok Aktif maupun pasif juga bisa terkena resiko disfungsi ereksi. Peringatan ini bahkan sudah tertera jelas di setiap bungkus rokok yang dibeli, dimana dituliskan bahwa merokok bisa menyebabkan impotensi.
  2. Gangguan tidur, dimana Anda terus mengalami insomnia dan bahkan membutuhkan bantuan obat tidur setiap malam
  3. Pesepeda jarak jauh ternyata juga bisa menyebabkan terjadinya impotensi sementara, yaitu kondisi dimana pria tidak bisa mengalami ereksi dalam jangka waktu tertentu karena selama bersepeda terjadi tekanan konstan dan berulang pada area bokong dan genital yang berpengaruh terhadap fungsi syaraf.

Cara Mendiagnosa Disfungsi Ereksi

Untuk mengetahui apakah disfungsi ereksi yang Anda alami terjadi sebagai akibat suatu penyakit, pengaruh obat-obatan, ataukah karena gangguan psikis, maka Anda perlu melakukan diagnosa dengan mengunjungi dokter ahli.

Untuk membedakan apakah disfungsi ereksi yang Anda alami terjadinya gangguan fisik ataukah psikis, maka Anda bisa melakukan diagnosa sederhana. Perhatikan tanda-tanda di pagi hari ketika bangun tidur. Jika di saat bangun tidur Anda masih mengalami ereksi (morning erection) maka bisa dipastikan bahwa Anda mengalami impotensi psikis. Sedangkan jika di pagi hari Anda tidak mengalami ereksi, maka bisa jadi impotensi disebabkan oleh kondisi fisik maupun pengaruh obat-obatan. Dokter akan mendiagnosis kelainan syaraf yang terjadi pada tubuh dengan cara :

  1. Pengukuran tekanan darah pada area tungkai
  2. Pemeriksaan darah komplit
  3. Pengukuran kadar gula darah (diabetes)
  4. Pemeriksaan kadar TSH
  5. USG penis

Cara Tepat Mengatasi Disfungsi Ereksi

Ada banyak orang yang masih menganggap bahwa disfungsi ereksi ini tidka bisa disembuhkan. Padahal dengan langkah yang tepat, disfungsi ereksi bisa disembuhkan. Syaratnya adalah Anda harus benar-benar konsisten menjalani pengobatan dan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan bugar. Ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi disfungsi ereksi, diantaranya adalah :

1. Jangan Ragu untuk Menemui Dokter

Jutaan pria yang mengalami impotensi ternyata cenderung malu untuk membeicarakan masalah tersebut dengan dokter. Mereka menganggap bahwa disfungsi ereksi adalah sebuah aib yang tak boleh dketahui oleh siapapun. Padahal semakin cepat Anda mendapatkan pertolongan medis, maka akan semakin besar pula harapan untuk sembuhnya. Disfungsi ereksi bisa menjadi sebuah tanda bahwa ada masalah kesehatan yang harus segera diobati.

2. Olahraga Teratur

Salah satu cara yang harus dilakukan untuk mengobati disfungsi ereksi adalah dengan olahraga teratur. Cara ini bisa menjadi solusi karena mampu membantu memperlancar peredaran darah ke seluruh tubuh. Untuk obat disfungsi ereksi, Anda bisa berolahraga minimal 4 kali dalam 1 minggu. Anda bisa berolahraga dengan gym, berenang, berlari, atau bersepeda. Bahkan penelitian dari Harvard University menunjukkan bahwa berjalan kaki sekitar 30 menit perhari bisa menurunkan resiko disfungsi ereksi hingga 40%.

3. Diet Sehat

Salah satu penyebab disfungsi ereksi adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi ini bisa memicu sirkulasi darah yang tidak lancar. Timbunan lemak dalam tubuh juga bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang bisa berujung pada disfungsi ereksi. Oleh karena itu menurunkan berat badan dengan cara yang sehat adalah salah satu kunci keberhasilan pengobatan impotensi.

4. Berhenti Merokok

Karena rokok bisa memperburuk orang yang terkena disfungsi ereksi ataupun bahkan bisa menyebabkan disfungsi ereksi, maka menghentikan kebiasaan merokok adalah pilihan yang paling bijak. Selain itu, menghentikan kebiasaan merokok juga bisa menyehatkan kembali organ tubuh seperti paru-paru dan ginjal.

5. Konsumsi Obat Disfungsi Ereksi Viagra

Setelah mendapatkan diagnosis yang tepat, maka biasanya dokter akan meresepkan obat disfungsi ereksi untuk menyembuhkan disfungsi ereksi. Salah satu obat disfungsi ereksi yang banyak digunakan adalah Viagra. Obat ini harus rutin Anda konsumsi sesuai dengan petunjuk dokter. Jadi disamping Anda melakukan gaya hidup sehat dan berolahraga teratur, Anda juga bisa mempercepat penyembuhan dengan mengkonsumsi Viagra yang aman dan sudah banyak dibuktikan manfaatnya.

Khasiat Obat Disfungsi Ereksi Viagra

Sildenafil bekerja dalam tubuh untuk memperlancar peredaran darah, utamanya pada area sekitar penis. Sildenafil juga berperan dalam membajak kerja enzim GMP-5 di dalam tubuh yang berfungsi untuk “menidurkan” kembali penis sesaat setelah mengalami ejakulasi. Jadi, dengan kegunaan sildenafil tersebut,ada berbagai manfaat yang bisa diambil dari Viagra antara lain :

  1. Memperlancar peredaran darah.
  2. Meningkatkan performa seksual pria
  3. Meningkatkan kebugaran tubuh serta menjaga kesehatan.
  4. Mengatasi masalah ejakulasi dini dengan cara membajak sistem kerja enzim GMP-5 sehingga penis bisa lebih lama mempertahankan ereksinya dan tidak mudah ejakulasi.
  5. Mengobati impotensi atau disfungsi ereksi dengan cara meningkatkan sirkulasi darah ke bagian penis.
  6. Membantu mengatasi masalah apnea (berhenti bernafas selama beberapa detik saat tidur).
  7. Membantu mengatasi masalah muscular dysthropy yang disebabkan oleh melemahnya otot-otot jantung
disfungsiereksi

Efek Samping Konsumsi Viagra

Meskipun Viagra dikenal sebagai obat disfungsi ereksi yang bisa mengatasi berbagai masalah seksual dan juga menambah stamina, namun Viagra juga tetap menyimpan efek samping berbahaya yang mungkin muncul. Terlebih lagi jika obat ini digunakan tanpa petunjuk dokter dan melebihi dosis harian yang disarankan. Ada beberapa efek samping ringan hingga sedang yang sudah beberapa kali dilaporkan oleh pengguna Viagra, diantaranya adalah:

Pusing ringan
Pandangan kabur
Sakit perut
Adanya gangguan memori sesaat
Rasa sakit di bagian punggung atau pinggang
Rasa gatal atau muncul ruam merah di bagian wajah hingga leher

Untuk efek samping ringan hingga sedang, Anda sebenarnya tidak perlu khawatir dan mudah hilang jika penggunaan obat disfungsi ereksi dihentikan atau dosis Viagra dikurangi. Namun, jika beberapa efek samping berbahaya berikut ini terjadi, maka Anda harus segera mendapatkan pertolongan medis, diantaranya adalah:

Rasa pusing yang hebat
Disertai dengan mual
Terjadi ereksi terus menerus selama 4 jam lebih dan disertai dengan rasa nyeri ta tertahankan di bagian penis
Sakit di bagian ulu hati atau nyeri di bagian dada
Pandangan mengabur hingga tak bisa melihat
Detak jantung tiba-tiba terasa sangat cepat atau sangat lambat
Adanya pembengkakan di area kaki dan tangan dan juag di persendian area tersebut

Untuk menghindari munculnya efek samping berbahaya seperti di atas, maka ada beberapa kalangan pria yang sebaiknya tidak mengkonsumsi Viagra. Diantaranya adalah:

Orang dengan penyakit jantung, karena Viagra bisa menyebabkan serangan jantung mendadak dengan bertambahnya atau berkurangnya tekanan darah yang mengarah ke jantung.
Orang dengan kondisi diabetes mellitus.
Orang-orang yang sedang mendapatkan pengobatan dengan obat-obatan berjenis Nitrat.
Orang-orang yang mengalami hipertensi.
Orang-orang yang sedang mendapatkan pengobatan dari psikiater dan tengah mengkonsumsi obat anti depresan.

Anjuran Konsumsi Viagra yang Benar

Banyak orang yang membeli Viagra dan mengkonsumsinya tanpa petunjuk dokter. Bahkan produk Viagra yang tidak jelas kualitas dan keasliannya sudah banyak beredar di lapak-lapak penjual obat kuat di pinggir jalan. Padahal, jika Anda sembarangan mengkonsumsi obat ini, berbagai efek samping berbahaya bisa saja Anda alami.

Viagra terdiri dari 3 tingkatan dosis yaitu 25 mg, 50 mg, dan 100 mg. Masing-masing dosis ini diperuntukkan sesuai dengan usia dan tingkat keparahan disfungsi ereksi yang dialami oleh pria. Sedangkan para peneliti sendiri menganjurkan untuk tidak mengkonsumsi Viagra lebih dari 4 kali dalam 1 bulan dengan dosis 100 mg.

Dokter biasanya akan meresepkan Viagra pada pasiennya dengan dosis yang terendah lebih dulu. Dokter akan mengevaluasi bagaimana tubuh menerima dosis Viagra tersebut. Kemudian jika dalam waktu tertentu tidak terjadi perubahan yang berarti, maka dokter bisa saja meningkatkan dosisnya hingga maksimal 100 mg. Viagra ini juga tidak boleh dikonsumsi dengan dosis lebih dari 100 mg dalam sekali konsumsi, karena bisa berbahaya bagi jantung Anda.

calldisfungsiereksi

Harga Obat Kuat Viagra

Harga Normal
1 Botol 980.000
Free Ongkir

100% Original

Garansi Yes
Harga Paket
3 Botol 2.350.000
Free Ongkir

100% Original

Garansi Yes
Grosir Normal
12 Botol 7.150.000
Free Ongkir

100% Original

Garansi Yes
Grosir Premium
50 Botol 28.050.000
Free Ongkir

100% Original

Garansi Yes

GALLERY